Total 58 kabupaten mengalami bencana kekeringan, sebanyak 43 di antaranya adalah kabupaten di Pulau Jawa. Warga Bogor dan Bekasi paling banyak terdampak.
Warga RT di Jakarta Timur proaktif mengatasi ancaman kekeringan dengan membangun sumur resapan dalam sebagai strategi ketahanan air dan adaptasi perubahan iklim.
Selama musim kemarau terhitung dari 5 Juni hingga 19 Juli 2026, BPBD Jateng juga mencatat 56 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta 219 kejadian kebakaran gedung dan rumah.
Kementan menyiapkan 56 ribu unit pompa air pada Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah mitigasi kekeringan nasional untuk menjaga produksi pangan di tengah ancaman musim kemarau dan perubahan iklim.
Kota Hangzhou, Cina dan Jakarta, Indonesia menduduki peringkat teratas dalam daftar kota-kota yang menderita “cambukan iklim”, atau banjir dan kekeringan yang berkepanjangan secara beruntun.
Tingginya risiko bencana di Tanah Air membuat kebutuhan pendanaan untuk menanggulangi dampaknya sangat besar. Salah satu instrumen keuangan yang dapat dibuat adalah dengan menerbitkan obligasi.
BMKG menyebutkan sejumlah daerah di Provinsi Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat sudah mulai mengalami kekeringan ekstrem setelah nyaris tiga bulan tidak diguyur hujan.