OJK mencatat Kredit Perbankan tumbuh 9,96% (yoy) menjadi Rp 8.557 triliun pada Januari 2026, dengan kredit investasi sebagai penyumbang pertumbuhan tertinggi sebesar 22,38%.
Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebanyak Rp 276 triliun yang digelontorkan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa ke sejumlah bank BUMN, beberapa bulan lalu, ternyata belum cukup mendorong kredit perbankan.
Bagi pasar modal, pengumuman Moodys ini bukan kabar yang bisa diabaikan. Sentimen global saat ini sangat sensitif terhadap isu kredibilitas kebijakan dan stabilitas institusi.
OJK memastikan kondisi likuiditas perbankan saat ini masih terjaga meski sempat terjadi penarikan sebagian penempatan dana pemerintah pada akhir tahun lalu.