Melalui PLN, Indonesia memperluas kolaborasi global untuk mempercepat transisi energi terbarukan dan membangun pasar karbon yang transparan dan berkeadilan.
Pemerintah Indonesia, melalui kerja sama dengan Norwegia, memulai perdagangan karbon internasional yang menargetkan mitigasi emisi 12 juta ton CO2 melalui teknologi energi terbarukan.
Indonesia dan Norwegia menandatangani letter of intent (LoI) untuk mempercepat upaya global dalam mengatasi perubahan iklim dan mendorong pembangunan berkelanjutan, di Indonesia maupun dunia.
Denmark dan Norwegia dikenal dengan keahliannya dalam solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan, termasuk sistem daur ulang yang canggih dan teknologi pengolahan sampah menjadi energi.
Pemerintah Indonesia dan Norwegia resmi meluncurkan kerja sama pendanaan berbasiskan kontribusi (result based contribution/RBC) tahap keempat sebesar US$ 60 juta atau sekitar Rp 952 miliar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani mengungkapkan bukti nyata bahwa Badan Pengelolaan Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) di bawah Kementerian Keuangan mampu mengelola dana lingkungan dari luar negeri.
Tahun lalu, Government Pension Fund Global berinvestasi pada Magnificent Seven yang mencakup saham Apple, Amazon, Alphabet, Meta, Microsoft, Nvidia, dan Tesla.