Di antara deretan perusahaan Cina dan Hongkong, terselip perusahaan Prancis dan Jepang yang ikut bersaing dalam tender Waste to Energy (WtE) tahap pertama.
Danantara akan memulai tender proyek pengolahan sampah menjadi energi atau waste to energy (WtE) tahap kedua pada Maret 2026. Proyek ini direncanakan dibangun pada tujuh kota.
Sebanyak 24 perusahaan asal Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hongkong, bersaing untuk memeroleh proyek PLTSa di empat kota yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.
Kebijakan sentralisasi investasi PLTSa oleh Danantara secara otomatis membatalkan sejumlah rencana kerja sama yang sebelumnya telah dijajaki Pemerintah Kota Samarinda bersama mitra asing.
Perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta tender WtE dipastikan punya pengalaman dalam teknologi insinerator. Perusahaan diwajibkan berkolaborasi dengan pihak lokal.
Dari total 12 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) yang dicanangkan sejak sekitar 2010, baru PLTSa Benowo di Surabaya dan PLTSa Putri Cempo di Surakarta yang beroperasi.
10 wilayah aglomerasi lainnya sudah lebih maju dalam persiapan pembangunan instalasi waste to energy, bahkan empat di antaranya sudah menyelesaikan proses lelang proyek.