Kapasitas Penuh Chandra Asri untuk Mendukung Perekonomian Nasional

CAP merupakan salah satu produsen petrokimia terintegrasi yang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini satu-satunya produsen di Tanah Air yang memiliki pemecah Naphtha, memproduksi Olefin.
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
21 Agustus 2020, 13:31
(CAP) merupakan salah satu produsen petrokimia terintegrasi yang terbesar di Indonesia.
Katadata

PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (CAP) merupakan salah satu produsen petrokimia terintegrasi yang terbesar di Indonesia. Perusahaan ini satu-satunya produsen di Tanah Air yang memiliki pemecah Naphtha, memproduksi Olefin (Etilena, Propilena), Pygas dan C4 Campuran, serta Poliolefin (Polietilena dan Polipropilena).

Dalam situasi pandemi, permintaan domestik terhadap produksi petrokimia tetap tinggi, terutama bahan baku untuk alat perlindungan medis dan masker medis. Oleh karena itu, pabrik CAP tetap harus beroperasi normal, tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan memperhatikan keselamatan pandemi. Misalnya, hanya mengizinkan staf inti yang berada di lokasi pabrik dan membagi staf pendukung untuk sebagian bekerja dari rumah dan sisanya dari kantor.

CAP telah menjadi klien Bank DBS sejak 2006. Bank DBS telah mendukung usaha CAP melalui pemberian pinjaman, manajemen kas, fasilitas perdagangan, pengelolaan forex, pasar modal ekuitas, dan lainnya. Produk terbaru Bank DBS yang digunakan untuk mendukung CAP adalah manajemen kas-RAPID salah satu solusi perbankan digital dari Bank DBS, yang beroperasi sejak Mei 2020.

Selama ini, CAP telah menggunakan layanan DBS IDEAL, yakni salah satu layanan perbankan digital yang lengkap milik Bank DBS untuk memastikan transaksi pembayaran berjalan lancar, bisa dilakukan di mana saja dan nasabah terbantu dalam mengelola urusan finansial mereka. Sehingga, dengan berlakunya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) CAP tetap dapat menjalankan transaksi perbankan tanpa kendala yang berarti.

Dengan sistem RAPID yang baru, CAP banyak terbantu dalam mengurangi waktu pemrosesan pembayaran serta kesalahan dalam input data, terutama di tengah masa PSBB, ketika penjualan produk dan proses penagihan berjalan seperti biasa dan harus menerapkan pengaturan kerja terpisah. Hal ini sejalan dengan ekspektasi manajemen CAP menerapkan prinsip kehati-hatian dalam mengelola keuangan agar tetap berkelanjutan dan mengatasi krisis.

Bank DBS mendukung CAP dengan fasilitas pembiayaan perdagangan dan kredit bergulir senilai US$195 juta (Rp2,9 triliun) untuk memenuhi kebutuhan modal kerja perusahaan. Bank DBS melihat bahwa meskipun tengah terjadi pandemi, permintaan terhadap produk CAP tetap tinggi karena perusahaan ini memproduksi bahan baku untuk perlengkapan medis, seperti masker dan alat perlindungan diri (APD).

Direktur Keuangan/Chief Financial Officer Chandra Asri Petrochemical, Andre Khor, menyatakan sebagai salah satu pemain industri petrokimia utama di Indonesia, CAP berkomitmen penuh untuk melanjutkan pertumbuhan industri tersebut. Oleh karena itu, manajemen CAP menghargai kepercayaan dan dukungan Bank DBS terhadap perseroan untuk usaha mengaktifkan kembali pertumbuhan industri petrokimia, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami senang dapat bermitra dengan Bank DBS untuk menerapkan sistem RAPID sebagai bagian dari program transformasi digital perseroan, terus meningkatkan pelayanan kepada para pemegang kepentingan kami, dengan efisiensi, inovasi, dan teknologi,” kata Andre.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait