Menteri Koordinator Pangan Zulkifli Hasan, Kapolri, dan Titiek Soeharto menghadiri panen raya jagung di Sumatra Selatan, menargetkan 751.442 ton jagung untuk mendukung kedaulatan pangan.
Bapanas mengalokasikan Rp 78 miliar untuk mendistribusikan jagung via SPHP, target utama distribusi adalah 80,000 Koperasi Desa Merah Putih, dengan tujuan stabilisasi harga dan peningkatan akses.
Bapanas resmi memulai penyaluran SPHP untuk jagung yang difokuskan pada peternak di tujuh provinsi, seiring instruksi Presiden untuk menjaga harga di tingkat petani dan peternak.
APJI mempertanyakan ketahanan pangan nasional terkait pembebasan bea masuk jagung dari AS, yang menurut mereka akan merugikan dan menghentikan para petani jagung di Indonesia dari aktivitas menanam.
Presiden Prabowo berterima kasih kepada Polri dan TNI atas peran mereka dalam program nasional peningkatan produksi jagung, yang mencatat rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Presiden Prabowo Subianto menargetkan swasembada jagung di Indonesia pada 2026, didorong peningkatan produksi signifikan dan kerjasama antara Menteri Pertanian dan Kapolri.
Presiden Prabowo Subianto meresmikan ekspor perdana jagung ke Malaysia dari Kabupaten Bengkayang, meresmikan pembangunan gudang Polri, dan Gudang Dryer Jagung PT Pangan Merah Putih.
Kementerian Pertanian bersama Polri akan melaksanakan program tanam jagung serentak untuk mencapai swasembada dan meningkatkan produksi nasional sebesar 25%.
Pada tahun 2025, Indonesia tidak akan melakukan impor beras, jagung, gula, dan garam konsumsi, seiring dengan peningkatan signifikan dalam produksi pangan lokal.
Bapanas menaikkan harga acuan pemerintah (HAP) pembelian jagung di tingkat produsen dan peternak. Angkanya menjadi Rp 5.000 per kg di tingkat produsen dan Rp 5.8000 per kg di tingkat peternak.