Meta menghadapi kekalahan hukum dan denda besar karena desain produknya dinilai mendorong kecanduan dan membahayakan kesehatan mental remaja di platform media sosial.
Proyek ini diproyeksikan menjadi fasilitas terbesar milik Meta dengan kebutuhan listrik dalam skala masif. Tujuh pembangkit baru ini akan menambah pasokan sekitar 5,2 gigawatt (GW) listrik.
Raksasa teknologi Meta Platforms dan Google harus menanggung denda besar setelah dinyatakan bersalah dalam kasus kecanduan media sosial yang bersejarah di Los Angeles, AS.
Meta Platforms kembali membuat langkah besar dengan memangkas ratusan karyawan lintas divisi, mulai dari Facebook hingga unit bisnis virtual reality yaitu Reality Labs.
Menteri Komdigi Meutya Hafid melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor Meta yang menjadi operasional induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp di Jakarta pada Rabu (4/3).
Tren PHK oleh raksasa teknologi berlanjut. Kurang dari dua bulan memasuki 2026, Amazon hingga induk Instagram, Meta total telah memecat 30.700 karyawan kurang dari dua bulan pertama tahun ini.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta klarifikasi Meta terkait isu dugaan kebocoran data pengguna Instagram, juga informasi yang beredar mengenai permintaan reset password.
Meta Platforms melakukan PHK terhadap lebih dari 1.000 karyawan di divisi Reality Labs sebagai bagian dari pergeseran strategi investasi dari metaverse ke teknologi kecerdasan buatan.
Beredar kabar bahwa Meta memindai pesan pribadi alias direct message (DM) pengguna di Instagram maupun chat di Messenger dan WhatsApp untuk melatih AI per 16 Desember. Perusahaan membantah kabar ini.