BI bertanggung jawab penuh mengelola Rupiah dari hulu ke hilir, mulai dari perencanaan, pencetakan, pengedaran, hingga pemusnahan uang tidak layak edar.
Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memicu reaksi pasar dan kekhawatiran akan arah kebijakan moneter serta independensi bank sentral ke depan.
Bank Indonesia memperkirakan penjualan retail membaik bulan lalu. Hal ini terlihat dari Indeks Penjualan Riil (IPR) Juli 2026 yang mencapai 224,4, naik 0,9% secara tahunan (yoy).
Presiden Prabowo Subianto secara resmi mengajukan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur Bank Indonesia definitif melalui Surpres yang diserahkan ke DPR.
Perry Warjiyo mundur sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Minggu, 26 Juli 2026. Mundurnya Perry menambah daftar pergantian pejabat di sektor keuangan era pemerintahan Presiden Prabowo.
Kebijakan BI batasi beli dolar AS dinilai belum cukup pertahankan Rupiah, karena ancaman serius justru datang dari stablecoin seperti USDT yang bebas beredar.
Artikel ini membahas bagaimana pelemahan Rupiah kerap memicu kepanikan publik dan menjadi simbol politik stabilitas, bukan sekadar indikator ekonomi semata.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate di level 5,75% untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
Independensi Bank Indonesia diuji oleh kepastian masa jabatan, kredibilitas proses pengangkatan, kejelasan mandat, dan kemampuan institusi untuk tetap berkata tidak ketika diperlukan.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengundurkan diri lebih cepat dengan alasan pribadi, menimbulkan tanda tanya di tengah tekanan pada rupiah dan independensi bank sentral.
Pengunduran diri Perry Warjiyo memicu spekulasi soal independensi Bank Indonesia, tekanan terhadap rupiah, dan arah kebijakan moneter di era pemerintahan Prabowo.