CORE Indonesia mengungkapkan penurunan konsumsi rumah tangga jelang Lebaran 2025, dipicu oleh kondisi ekonomi domestik yang kurang menguntungkan dan disertai fenomena deflasi awal tahun.
Bank Indonesia jelaskan deflasi Januari dan Februari 2025 bukan karena daya beli menurun, tetapi faktor lain seperti diskon tarif listrik dan musim panen yang meningkatkan pasokan.
Pada Januari 2025, Indonesia mencatat inflasi tahunan sebesar 0,76% karena kebijakan diskon tarif listrik. Sejumlah ekonom menyebut kondisi inflasi yang rendah dan terdapat deflasi menunjukkan pele
BPS mencatat deflasi sebesar 0,76% seiring dampak diskon tarif listrik 50%. Ini di luar ekspektasi para ekonom yang memperkirakan inflasi 0,3% hingga 0,4%.