Pengusaha Jusuf Hamka alias Babah Alun menyatakan mundur dari Partai Golkar. Ia menyerahkan surat pengunduran diri yang ditulis tangan ke Kantor DPP Partai Golkar di Jakarta Barat pada Senin (12/8).
Pengusaha Jusuf Hamka alias Babah Alun menyatakan mundur dari Partai Golkar. Ia menyampaikan pengunduran dirinya sebagai Anggota Dewan Penasihat Partai Golkar diiringi pengembalian rekomendasi Pilkada
Dave Laksono menyatakan Jusuf Hamka bukanlah orang baru di Golkar. Pengusaha jalan tol itu disebut pernah beberapa kali nenjadi pengurus DPP Partai Beringin.
Partai Golkar merekomendasikan nama pengusaha jalan tol Jusuf Hamka untuk maju di pemilihan kepala daerah (Pilkada) Jakarta. Opsi itu muncul setelah Airlangga bertemu dengan Kaesang Pangarep.
Partai Golkar menyodorkan sosok Jusuf Hamka alias Babah Alun sebagai calon Wakil Gubernur Jakarta untuk mendampingi Ketua Umum PPSI Kaesang Pangarep di Pilkada Jakarta. Apa alasannya?
Ini kronologi utang negara Rp 800 miliar kepada pengusaha Jusuf Hamka. Sampai akhirnya Mahfud MD meminta Sri Mulyani agar segera membayar utang tersebut.
Pengusaha Jalan Tol Jusuf Hamka meminta pemerintah untuk segera melunasi utang kepada perusahaannya PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk atau CMNP sekitar Rp 800 miliar.
Pengusaha Jusuf Hamka bertemu dengan Staf Khusus Menteri Keuangan Yustinus Prastowo pada Minggu (18/6). Jusuf sempat berencana melaporkan Prastowo ke polisi karena pencemaran nama baik.
Staf Khusus Menteri Keuangan, Yustinus Prastowo, menanggapi rencana gugatan pencemaran nama baik yang akan dilayangkan pengusaha Jusuf Hamka kepada dirinya.
Pemilik CMNP Jusuf Hamka menunggu permintaan maaf Staf Khusus Menteri Keuangan bidang Komunikasi Strategis Yustinus Prastowo atas pencemaran nama baik.