Masyarakat Adat Gajah Bertalut Berjuang Dapatkan Hutan Adat. Akses darat yang terbatas dan perjalanan sungai selama berjam-jam menjadikan wilayah ini terpencil sekaligus unik.
Bagi masyarakat adat, konflik di wilayah adat tidak hanya menyebabkan hancurnya identitas budaya dan ruang hidup dan penghidupannya, tetapi juga berdampak pada kemiskinan dan pemiskinan struktural.
Masyarakat adat. Merekalah yang melindungi dan menghidupi hutan serta keanekaragaman hayati di dalamnya. Menurut masyarakat adat, hutan adalah sumber kehidupan.
DPR meminta menhut memperluas program-program berbasis pemberdayaan masyarakat, seperti perhutanan sosial dengan agroforestri, pengembangan usaha perhutanan sosial, dan masyarakat peduli api.
Di Kota Belem, ribuan demonstran menuntut solusi nyata untuk pemanasan global di tengah-tengah konferensi iklim PBB, COP30, yang diwarnai dengan negosiasi kritis antarnegara.
Pangeran William mengumumkan kemitraan strategis baru yang secara khusus ditujukan untuk mengatasi meningkatnya perusakan lingkungan dan kekerasan terhadap mereka yang berjuang melindunginya.