Di antara deretan perusahaan Cina dan Hongkong, terselip perusahaan Prancis dan Jepang yang ikut bersaing dalam tender Waste to Energy (WtE) tahap pertama.
Sebanyak 24 perusahaan asal Tiongkok, Prancis, Jepang, Singapura, dan Hongkong, bersaing untuk memeroleh proyek PLTSa di empat kota yaitu Bali, Bogor, Bekasi, dan Yogyakarta.
Perusahaan-perusahaan yang menjadi peserta tender WtE dipastikan punya pengalaman dalam teknologi insinerator. Perusahaan diwajibkan berkolaborasi dengan pihak lokal.
Pemerintah menargetkan 100% sampah di Indonesia dapat terkelola pada 2029 melalui kebijakan percepatan pembangunan proyek-proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL).
Kementerian ESDM akan memberikan insentif bagi pengembang proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL), salah satunya berupa pengurangan pajak penghasilan (PPh).