Usai Bertemu Jokowi dan Anies, JK: Masjid Jakarta Bisa Dibuka Jumat

Dimas Jarot Bayu
3 Juni 2020, 21:02
JK, new normal, masjid, PSBB, Jokowi, Anies
ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/foc.
Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla (depan) didampingi Ketua ICMI Jimly Asshiddiqie (kedua kanan), beserta pengurus DMI dan pengurus Masjid Al Azhar meninjau penyemprotan disinfektan di Masjid Al Azhar Jakarta Selatan, Rabu (3/6/2020).

Ketua Dewan Masjid Indonesia Jusuf Kalla bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada kesempatan berbeda, Rabu (3/6). JK bertemu dengan kedua tokoh terkait dibukanya kembalinya masjid, khususnya di Jakarta.

JK menyebut Jokowi dan Anies sudah membolehkan salat Jumat digelar kembali di Ibu Kota pada lusa jika Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tidak diperpanjang. "Bapak Presiden (Jokowi) dan Gubernur (Anies) dengan DMI sepakat untuk mulai Jumat ini masjid buka," ujar JK saat meninjau Masjid Al-Azhar, Jakarta, Rabu (3/6).

Kalla yang kini menjabat Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) menyebut Jokowi akan kembali melakukan salat Jumat di Masjid Istana pada lusa. Sementara itu, dirinya akan salat Jumat di Masjid Al Azhar pada dua hari mendatang.

(Baca: Syarat Beribadah New Normal di Masjid, Wajib Jaga Jarak dan Bermasker)

Kendati demikian, JK menyebut gelaran salat Jumat di Jakarta nantinya harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan. Beberapa protokol kesehatan salat di masjid seperti menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menjaga jarak sejauh satu meter.

Selain itu, jemaah harus membawa sajadah sendiri ketika salat Jumat di masjid. "Tidak ada yang rumit-rumit amat aturan itu," kata JK.

JK juga meminta masjid dibersihkan dengan disinfektan secara berkala. Masjsid yang dibuka ini hanya untuk di daerah yang aman dari Covid. Pengurus masjid yang akan menggelar salat Jumat perlu meminta izin kepada lurah setempat.

Hal tersebut, kata JK, sebagaimana permintaan Menteri Agama Fachrul Razi. "Kalau lurahnya atau Gugus Tugas bilang bahaya, silakan salat Jumat di tempat lain," kata JK.

Di samping itu, JK meminta waktu salat Jumat bisa dipersingkat. Dia memperkirakan waktu salat Jumat di masjid ketika pandemi corona kurang dari setengah jam.

Menurut JK, salat Jumat juga harus dilakukan dua gelombang mengingat tak boleh ada kerumunan ketika pandemi corona. "Karena ini darurat di mana kita jaga jarak, sehingga kapasitas masjid daya tampungnya hanya 40% dari biasa. 60% harus difasilitasi," kata dia.

(Baca: New Normal Tempat Ibadah, Bagaimana Protokol Salat di Dalam Masjid?)

Pembina Yayasan Pendidikan Islam Al Azhar Jimly Asshiddiqie mengumumkan secara resmi Masjid Agung Al Azhar akan melaksanakan salat Jumat perdana di era kebiasaan baru atau new normal pada Jumat lusa.

"Kami bersyukur atas prakarsa DMI, alhamdulillah besok akan Jumatan 'new normal', maka hari ini kami mengumumkan kepada semua jamaah, mulai lusa akan salat Jumat lagi sebagaimana biasa," kata Jimly.

Rencananya JK akan hadir salat Jumat berjamaah di Masjid Agung Al Azhar dan Jimly ditunjuk sebagai khatib salat Jumat itu.

Salat Jumat berjamaah ini akan dilaksanakan menunggu keputusan Pemprov DKI Jakarta terkait masa berlaku PSBB yang akan berakhir pada 4 Juni apakah akan diperpanjang atau dihentikan.

(Baca: Perjalanan 3 Babak PSBB Jakarta hingga Wacana Pembatasan Lokal RW)

Reporter: Dimas Jarot Bayu, Antara
Editor: Yuliawati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait