Lanjutkan Proyek 35.000 MW, PLN Teken Kontrak Pembangunan Tiga PLTU

Ketiga proyek tersebut adalah PLTU Sulut-1 kapasitas 2x50 MW, PLTU Timor-1 kapasitas 2x50 MW, dan PLTU Palu-3 kapasitas 2x50 MW.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
9 September 2019, 21:17
PLN, PLTU, Proyek 35.000 MW
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Seorang pekerja melintas di proyek program 35.000 MW di lokasi proyek PLTU Lontar, Balaraja, Banten (29/3).

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) baru saja menandatangani kontrak pembangunan tiga Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). Selain itu, PLN juga menandatangani satu pembangunan Gardu Induk.

Ada pun proyek pembangunan yang ditandatangani PLN adalah PLTU Sulut-1 kapasitas 2x50 megawatt (MW), PLTU Timor-1 kapasitas 2x50 MW, dan PLTU Palu-3 kapasitas 2x50 MW serta proyek Gardu Induk 500 kV Muara Karang Baru. Ketiga pembangkit tersebut merupakan bagian dari proyek pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan 35.000 MW.

Kontrak pembangunan tiga PLTU dan satu gardu induk tersebut mencapai lebih dari Rp 12 triliun. Dana tersebut diambil dari Anggaran PLN (APLN).

Pembangunan tiga pembangkit tersebut untuk meningkatkan rasio elektrifikasi di Indonesia, khususnya di wilayah Sulawesi dan Nusa Tenggara. Sedangkan pembangunan GIS 500 kV Muara Karang Baru yang merupakan bagian dari jaringan transmisi 500 kV Jakarta Looping dilakukan untuk mendukung dan meningkatkan kehandalan sistem kelistrikan DKI Jakarta dan sekitarnya.

(Baca: Warga Banten Kirim Petisi ke Presiden Korsel, Tolak Pembangunan PLTU)

Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten menjelaskan, keberhasilan pembangunan proyek tersebut memerlukan komitmen dari semua pihak. Termasuk komitmen penyedia barang/jasa untuk memastikan kelancaran pembangunan Pembangkit dan Gardu Induk 500 kV.

"Sehingga pekerjaan dapat diselesaikan sesuai biaya, mutu dan waktu yang telah ditentukan.” Kata Sripeni seperti dikutip berdasarkan keterangan tertulis, Senin (9/9).

Sripeni menghimbau agar pelaksaan pekerjaan harus mematuhi berbagai ketentuan dalam kontrak. "Khususnya mengenai baku mutu emisi pembangkit thermal seperti yang diatur dalam peraturan menteri LHK No. 15 tahun 2019, sebagai wujud dukungan PLN dalam menjaga lingkungan," ujar Sripeni.

(Baca: Ada PLTU Mulai Beroperasi, PLN Butuh 109 Juta Ton Batu Bara di 2020)

Beberapa konsorsium yang bekerja sama dengan PLN dalam pembangunan ini diantaranya yakni Konsorsium PT IKPT - PT PP - ITOCHU Corporation - Sumitomo Heavy Industries, dan PT Medco Power Indonesia. Konsorsium tersebut sebagai Penyedia Barang/Jasa untuk pembangunan PLTU Sulut-1 dan PLTU Timor-1.

Sedangkan konsorsium PT Wijaya Karya - Doosan Heavy Industries -  Korea South-East Power sebagai Penyedia Barang/Jasa untuk pembangunan PLTU Palu-3, dan Konsorsium Indokomas - Hyosung sebagai Penyedia Barang/Jasa untuk pembangunan gardu induk 500 kV Muara Karang Baru.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana berkomitmen untuk memberikan yang terbaik dalam melaksanakan proyek pembangunan PLTU. “Kami tentu akan memaksimalkan kemampuan yang kami miliki dalam melaksanakan proyek dengan baik tentu dengan usaha yang dimiliki agar terlaksana dengan kualitas dan waktu yang baik sesuai dengan kesepakatan, diharapkan semua pihak puas," kata Tumiyana.

Acara penandatanganan berlangsung di Kantor Pusat PLN pada Senin (9/9). Acara penandatangan ihadiri oleh Plt. Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani serta didampingi oleh jajaran direksi PLN, dan juga Direktur dari para Konsorsium. 

(Baca: Tak Sesuai Kebutuhan, Megaproyek Listrik 35 Ribu MW Mundur Hingga 2028)

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait