Program pencampuran 50% CPO dalam solar atau B50 tertunda karena kapasitas produksi FAME dan kilang pencampur Pertamina yang masih belum memadai untuk implementasi tahun ini.
Di tengah pemulihan banjir bandang Sumatera, pemerintah melalui Kementerian ESDM justru mempercepat program Sawit untuk biodiesel B50 dengan menjadikan Papua sebagai lumbung baru.
Wacana Presiden Prabowo menanam sawit di Papua untuk biodiesel dikritik karena dinilai mengabaikan bencana di Sumatra dan berpotensi memperbesar kerentanan lingkungan.
Regulasi biodiesel B50 berisiko memindahkan beban biaya energi nasional (penghematan devisa negara) menjadi biaya pemeliharaan pribadi bagi masyarakat penggunanya.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan harga indeks pasar bahan bakar nabati jenis biodiesel untuk Januari 2025 sebesar Rp 13.631 per liter ditambah ongkos angkut.
Kementerian ESDM menyebut kuota biodiesel sebanyak 15,65 juta KL akan menciptakan nilai tambah produk CPO mencapai Rp 21,8 triliun dan menghemat devisa Rp 139 triliun.
Volume ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia ke Amerika Serikat berpotensi naik dua kali lipat akibat program biodiesel di Negeri Paman Sam.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM menemukan produsen mobil mulai mengubah spesifikasi mesin untuk menekan biaya operasional penggunaan biodiesel, salah satunya Toyota.