Harga Minyak dunia melanjutkan reli kenaikan kelima hari berturut-turut, terdorong oleh pengumuman langkah-langkah keras Presiden AS Donald Trump terhadap perekonomian Iran.
Harga Minyak dunia terus menguat imbas kebuntuan perundingan AS-Iran dan konflik di Timur Tengah, menambah tekanan inflasi global seiring ketatnya pasokan energi.
Wall Street ditutup melemah karena tekanan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah yang mencapai level tertinggi serta kekhawatiran inflasi dan harga minyak yang masih tinggi.
Harga minyak dunia kembali naik setelah prospek perundingan damai AS-Iran meredup, dengan Brent menyentuh US$91,16 per barel dan WTI US$84,90 per barel.
Indeks Wall Street ditutup turun seiring investor mencermati eskalasi ketegangan di Timur Tengah yang mendorong lonjakan harga minyak dan imbal hasil obligasi.
Trump juga mengklaim pembicaraan informal sedang berlangsung dengan Garda Revolusi Iran (IGRC), namun ia "tidak terburu-buru" untuk mencapai kesepakatan.
Iran dan Oman mencapai kesepakatan mengenai peta rute pelayaran di Selat Hormuz. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengatakan kesepakatan diperoleh setelah menjalani perundingan
Harga Minyak dunia melonjak ke US$ 87 per barel menyusul tuntutan baru Presiden AS Donald Trump kepada Iran, yang mengancam perundingan pembukaan Selat Hormuz dan mengganggu perdagangan energi global.
Harga Minyak dunia naik akibat belum ada kesepakatan Iran-Oman buka Selat Hormuz dan klaim serangan Houthi ke kilang Arab Saudi, mendorong Brent ke US$ 84,54 per barel.
Trump sebenarnya sudah lama mengetahui potensi masalah terkait amunisi itu dan sebenarnya tidak terkejut oleh laporan-laporan tersebut. Namun, ia marah karena laporan itu bocor.
Keterlibatan Arab Saudi dalam perang Iran patut diperhatikan karena kerajaan tersebut sebelumnya menolak untuk sepenuhnya terlibat dalam konflik Timur Tengah baru-baru ini.