Para peretas Iran menargetkan sistem industri, seperti PLC dan Supervisory Control and Data Acquisition yang merupakan teknologi yang mengontrol operasi fasilitas vital.
Amerika Serikat dan Iran meyepakati gencantan senjata selama dua minggu mulai kemarin, Selasa (7/4). Iran juga sepakat membuka selat Hormuz jika AS tidak melakukan serangan.
Ledakan dilaporkan terjadi di Pulau Kharg, Teluk Persia Iran yang menjadi kawasan penghasil hampir seluruh minyak negara itu. Mengutip pemberitaan CNN, kantor berita Iran, Mehr
Pemerintah Iran dikabarkan sedang memulihkan bunker misil hingga dapat dioperasikan kembali. Hal tersebut dilakukan dalam hitungan jam setelah bunker tersebut diserang oleh Amerika Serikat dan Israel.
Presiden Donald Trump mengatakan proposal terbaru untuk gencatan senjata AS dengan Iran "tidak cukup baik," menjelang tenggat waktu yang semakin dekat bagi Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Iran mulai mengincar fasilitas milik perusahaan teknologi AS yang ada di Timur Tengah. Raksasa teknologi pun dinilai berpotensi mengalihkan investasinya ke negara lain, termasuk Asia Tenggara.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan tengah membahas syarat Gencatan Senjata selama 45 hari sebagai upaya terakhir mencegah eskalasi besar-besaran konflik regional.
Iran tetap menutup Selat Hormuz menolak ultimatum AS, namun membuka akses terbatas secara selektif berdasarkan hubungan diplomatik untuk distribusi energi global.
Serangan terhadap reaktor nuklir atau kolam penyimpanan bahan bakar bekas akan menyebabkan pelepasan partikel radiologis, khususnya isotop berbahaya Caesium-137, ke atmosfer.