Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,61% di kuartal I-2026 disokong konsumsi dan investasi, namun peran kebijakan fiskal pemerintah menjadi faktor kunci di balik angka tersebut.
Populasi kelas menengah Indonesia sebagai mesin ekonomi menyusut. Side hustle yang mereka lakukan menandakan tekanan ekonomi yang semakin berat, berdasarkan riset Katadata Insight Center.
Artikel menganalisis paradoks stimulus ekonomi besar yang tidak otomatis mendongkrak konsumsi berkelanjutan, terlihat dari data pertumbuhan PK-RT 2025 yang tertinggal dari PDB.
Konsumsi rumah tangga yang menyumbang lebih dari separuh pertumbuhan ekonom, naik 5,11% secara tahunan pada tiga bulan terakhir 2025, didorong belanja kelas menengah bawah hingga atas.
BPS mencatat transaksi belanja online tumbuh 6,19% qtq. E-commerce Tokopedia TikTok Shop, Shopee, Lazada hingga Blibli menggenjot diskon akhir tahun, termasuk 11.11.
Pada kuartal II 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,04% yoy, dipengaruhi oleh faktor musiman dan penurunan konsumsi rumah tangga serta investasi PMTB.
BPS laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3 2025 mengalami perlambatan, turun menjadi 5,04% dari 5,12% di kuartal sebelumnya, dengan konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama.
Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 akan sedikit melambat menjadi sekitar 5,05% yoy, dipengaruhi oleh investasi dan belanja pemerintah yang belum optimal.
Menghadapi rilis data ekonomi BPS, ekonom memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2025, sementara Bank Indonesia mengungkapkan optimisme yang kuat akan pencapaian.
Wamenkeu Thomas menyatakan pemberian insentif Rp 37 triliun pada 2024 untuk mempertahankan konsumsi rumah tangga dalam rangka memperkuat ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Presiden Prabowo berambisi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% dalam lima tahun ke depan, namun kinerja daya beli yang merosot menantang pencapaian target ini.
Riset terbaru Celios menunjukkan kenaikan UMP 10% pada 2025 penting untuk pertumbuhan ekonomi di atas 5%, meningkatkan konsumsi, dan mempengaruhi PDB secara signifikan.