Bencana banjir dan longsor di Sumatera diprediksi menurunkan PDB nasional sebesar 0,31%, dengan konsumsi di tiga provinsi terdampak turun pada akhir 2025.
Ekonomi Indonesia diproyeksi mulai pulih setelah melewati titik terendah pada kuartal III-2025. Dukungan fiskal, konsumsi yang meningkat, dan dorongan investasi menjadi pendorong utama perbaikan PDB.
Ekonomi Thailand mengalami perlambatan pada kuartal ketiga 2025 dengan pertumbuhan tahunan hanya 1,2%, dipengaruhi oleh ketegangan politik dan menurunnya produksi manufaktur.
Pada Kuartal III 2025, ekonomi Indonesia tumbuh 5,04% tahunan dengan industri pengolahan, pertanian, dan perdagangan sebagai kontributor utama terhadap PDB, menurut data BPS.
Vietnam mencatat pertumbuhan ekonomi kuartalan tertinggi sejak 2011 dengan PDB naik 8,23% pada Kuartal III 2025, melawan dampak tarif perdagangan 20% yang diterapkan oleh AS.
Rupiah diprediksi melemah menyusul peningkatan data ekonomi AS termasuk klaim pengangguran yang turun dan PDB yang tumbuh, meskipun intervensi Bank Indonesia berupaya menstabilkan nilai tukar.
Presiden Prabowo Subianto telah merombak Rencana Kerja Pemerintah 2025, yang menandai pendirian Badan Penerimaan Negara dan targetting peningkatan rasio penerimaan negara terhadap PDB ke 23%.
Hingga kini belum ada indikator yang mampu menggantikan “kesaktian” PDB. Indikator ini memang memiliki beberapa kelebihan, yaitu universal dan adaptif.
Ketua DEN Luhut mengungkapkan bahwa penerapan GovTech dapat mengurangi defisit APBN signifikan, sejalan dengan target Presiden untuk Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tanpa defisit.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa Indonesia di masa depan tidak bisa lagi hanya menilai kemajuan bangsa dari sisi Produk Domestik Bruto (PDB).
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berfokus pada peningkatan penerimaan pajak dan dukungan terhadap iklim investasi untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pada tahun 2026.
BPS mencatat sektor konstruksi menyerap 8,7 juta tenaga kerja dan memberikan kontribusi signifikan pada PDB dengan 9,48% pada Q2 2025, mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.