OJK buka suara terkait kebijakan Papan Pemantauan Khusus dengan skema full call auction (FCA) yang diterapkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) dan belakangan menuai hujan kritik dari pelaku pasar.
Bursa Efek Indonesia (BEI) enggan berkomentar perihal Papan Pemantauan Khusus (PPK) dengan skema Full Call Auction (FCA) yang belakangan ini terus menjadi sorotan dan keresahan pelaku pasar.
Kalangan pelaku pasar bereaksi negatif dengan diterapkannya kebijakan lelang berkala secara penuh atau full call auction (FCA) di papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia.
Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan yang terjadi beberapa hari bukan disebabkan oleh penerapan papan pemantauan khusus tahap kedua atau full call auction.
Penerapan metode lelang berkala secara penuh atau full call auction di papan pemantauan khusus mulai 25 Maret 2024 menuai banyak kritik pedas dari pelaku pasar.
Investor mengkritik sistem lelang berkala penuh atau full call auction, di Papan Pemantauan Khusus (PPK) Tahap II yang diimplementasikan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saham PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) masuk ke papan pemantauan khusus tahap II dengan skema full call auction sejak Senin (25/3). Harga sahamnya terjerembab di bawah Rp 50 alias gocap.
Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi menerapkan sistem lelang secara penuh atau yang dikenal sebagai full call auction pada papan pemantauan khusus tahap II yang mulai efektif pada Senin (25/3).