Goldman Sachs memproyeksikan rata-rata harga minyak mentah dunia pada 2025 di kisaran US$ 77 per barel. Angka ini turun dari proyeksi sebelumnya US$ 82 per barel.
Goldman Sachs melihat bahwa sebagian besar kenaikan harga emas sejak pertengahan 2022 telah didorong oleh faktor-faktor tambahan baru, termasuk akumulasi yang dilakukan bank-bank sentral.
Goldman Sachs memperkirakan koreksi harga nikel dan mineral logam bahan baku baterai kendaraan listrik seperti kobalt dan lithium masih akan berlanjut tahun ini dengan masih berlebihnya pasokan.
Harga minyak tahun ini diperkirakan di kisaran US$ 87-88 per barel oleh dua bank investasi besar dunia, Goldman Sachs dan Deutsche Bank. Simak apa saja sentimen pendorongnya.
Rata-rata harga minyak pada 2024 diperkirakan berada pada level US$ 92 per barel. Permintaan masih cukup kuat menopang harga namun tekanan berasal dari pasokan berlebih sejumlah negara produsen.
Goldman Sachs memperkirakan, permintaan Cina terhadap banyak komoditas seperti minyak dan tembaha telah tumbuh kuat, antara lain ditopang oleh sektor energi terbarukan di negara tersebut.
Goldman Sachs Group Inc akan kembali memangkas kurang dari 250 karyawan dalam beberapa pekan mendatang. Padahal, firma ini telah memecat 3.200 karyawan pada Januari lalu.
Goldman Sachs meramal harga minyak tahun ini dapat naik hingga ke US$ 95 per barel dan US$ 100 per barel pada April 2024 usai OPEC+ kembali memangkas target produksinya.