Pada kuartal II 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,04% yoy, dipengaruhi oleh faktor musiman dan penurunan konsumsi rumah tangga serta investasi PMTB.
BPS laporan pertumbuhan ekonomi Indonesia Q3 2025 mengalami perlambatan, turun menjadi 5,04% dari 5,12% di kuartal sebelumnya, dengan konsumsi rumah tangga sebagai pendorong utama.
Diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2025 akan sedikit melambat menjadi sekitar 5,05% yoy, dipengaruhi oleh investasi dan belanja pemerintah yang belum optimal.
Menghadapi rilis data ekonomi BPS, ekonom memperkirakan perlambatan pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal III 2025, sementara Bank Indonesia mengungkapkan optimisme yang kuat akan pencapaian.
Wamenkeu Thomas menyatakan pemberian insentif Rp 37 triliun pada 2024 untuk mempertahankan konsumsi rumah tangga dalam rangka memperkuat ekonomi dan kesejahteraan sosial.
Presiden Prabowo berambisi untuk mencapai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8% dalam lima tahun ke depan, namun kinerja daya beli yang merosot menantang pencapaian target ini.
Riset terbaru Celios menunjukkan kenaikan UMP 10% pada 2025 penting untuk pertumbuhan ekonomi di atas 5%, meningkatkan konsumsi, dan mempengaruhi PDB secara signifikan.
BPS mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III 2024 hanya mencapai 4,95%, menunjukkan penurunan dari kuartal sebelumnya yang mencapai 5,05%.
BPS mencatat bahwa konsumsi rumah tangga masih menjadi penopang utama ekonomi Indonesia di kuartal III 2024, meskipun adanya perlambatan dibandingkan periode sebelumnya.
KSPI mengusulkan kenaikan upah minimum 8-10% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjadi 8%, dengan meningkatkan konsumsi rumah tangga sebagai kunci utama.
Menteri Keuangan Sri Mulyani diperkirakan bakal sulit mencapai target penerimaan pajak sebesar Rp 1.988,9 triliun karena menghadapi tantangan dari pelemahan harga komoditas dan konsumsi rumah tangga.
BPS mencatat konsumsi pemerintah meningkat 19,90% secara tahunan (yoy) pada triwulan pertama 2024. Pertumbuhan ini didorong oleh belanja Pemilu 2024, belanja pegawai hingga bansos.