Pemerintah Resmikan Empat Stasiun Terpadu di Jakarta

Stasiun kereta api terpadu memberikan layanan transportasi terintegrasi mulai dari ojek, mikrotrans, hingga bus Transjakarta.
Image title
Oleh Ihya Ulum Aldin
17 Juni 2020, 15:52
kereta, mrt, transportasi jakarta, transjakarta, perhubungan, erick thohir, anies baswedan
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/pras.
Sejumlah pengemudi angkutan bajaj dan Angkot mengantre menunggu penumpang di lokasi baru yang telah disediakan di kawasan Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Jumat (12/6/2020). Pemprov DKI Jakarta bersama Pemerintah Pusat telah selesai menata Tanah Abang, Juanda, Pasar Senen, dan Sudirman untuk menjadi kawasan 'transit oriented development' (TOD).

Pemerintah akhirnya meresmikan Stasiun Terpadu di Jakarta pada hari ini, Rabu (17/6). Peresmian tersebut berlangsung setelah lima bulan penandatanganan kerja sama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT MRT Jakarta (Perseroda) mengenai usaha patungan untuk mengelola stasiun terpadu di ibu kota.

Peresmian dipusatkan di Stasiun Tanah Abang dan Stasiun Sudirman, Jakarta. Selain itu, moda transportasi umum yang menjadi stasiun terpadu yaitu Stasiun Juanda dan Stasiun Pasar Senin.

“Peresmian Stasiun Terpadu ini menunjukkan telah terbangunnya ekosistem yang sehat antara BUMN, BUMD, dan pihak swasta dalam memberikan layanan transportasi terintegrasi bagi masyarakat," ujar Menteri BUMN Erick Thohir dalam acara peresmian di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, Rabu (17/6).

Selain membenahi empat stasiun pelopor tersebut agar konektivitas transportasi berjalan lancar, pemerintah juga menata lokasi tunggu penumpang. Caranya dengan menyediakan lahan untuk pengendapan dan naik-turun ojek online, ojek pangkalan, bajaj, bus kecil seperti Jak Lingko dan regular, lokasi halte bus Transjakarta, mikrotrans, dan lainnya.

(Baca: Anies Sebut Jam Operasional Kendaraan Umum di Jakarta Kembali Normal)

(Baca: Kereta Reguler Beroperasi 12 Juni, Kapasitas Penumpang Dibatasi 70% )

Tak hanya penataan jalur naik-turun angkutan umum, pemerintah juga menata fasilitas dan sarana-prasarana. Misalnya, membenahi selasar dan fasilitas pejalan kaki, lay bay bus TransJakarta, penyediaan rambu pengarah hingga penataan pedagang kaki lima.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ke depannya ada beberapa stasiun yang akan diintergrasikan. Beberapa di antaranya yaitu Stasiun Manggarai, Tebet, Gondangdia, dan Palmerah.

"Saya usul menambahkan integrasi satu stasiun lagi, yaitu Stasiun Kota Tua," kata Anies menggenapkan integrasi menjadi 5 stasiun. 

Anies pun menyebut sekitar 4 bulan lalu kawasan Stasiun Tanah Abang merupakan kawasan yang kumuh, jauh dari kata aman, tidak sehat, dan kurang sedap dipandang. Namun, adanya integrasi dan dipugar membuat kawasan tersebut berubah menjadi fasilitas publik yang nyaman.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan integrasi moda transportasi umum ini akan diterapkan di kota-kota lain, sehingga Stasiun Tanah Abang menjadi percontohan. "Saya akan mendorong Surabaya dan Medan agar diterapkan integrasi ini," kata Budi 

(Baca: KRL Padat, Pemerintah Atur Jam Kerja Karyawan di Jabodetabek)

Reporter: Ihya Ulum Aldin

Video Pilihan

Artikel Terkait