Jokowi Wajibkan Seluruh Mesin Diesel Gunakan Biodiesel

"Jadi ini keberpihakan pemerintah agar mengembangkan ekonomi berbasis kemampuan sendiri," kata Airlangga
Ameidyo Daud Nasution
Oleh Ameidyo Daud Nasution
20 Juli 2018, 17:55
biodiesel
Arief Kamaludin | Katadata

Presiden Joko Widodo akan mewajibkan seluruh mesin diesel menggunakan solar dengan campuran bahan bakar nabati (biodiesel). Aturan ini akan termaktub dalam revisi Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2016 Tentang Penghimpunan dan Penggunaan Dana Perkebunan Kelapa Sawit.

Dengan revisi tersebut, penggunaan solar dengan campuran biodiesel 20 persen akan diberlakukan bagi semua kendaraan, tak hanya angkutan umum atau Public Service Obligation (PSO). Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto memperkirakan dengan diperluasnya kewajiban ini akan ada penambahan permintaan biodiesel sebesar 3,2 juta ton per tahun.

Selain meningkatkan permintaan sawit, langkah ini dilakukan untuk mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM) dan menggantikannya dengan biodioesel yang dihasilkan dalam negeri. Apalagi kebijakan ini akan memiliki efek berganda yang positif bagi 17 juta petani sawit ke depannya.

"Jadi ini keberpihakan pemerintah agar mengembangkan ekonomi berbasis kemampuan sendiri," kata dia. (Baca: Luhut Targetkan Seluruh Kendaraan Pakai Biodiesel 20% Tahun ini)

Sedangkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan kebijakan ini akan membantu menekan defisit transaksi perdagangan dari minyak dan gas bumi (migas). Selama enam bulan pertama tahun ini, angka defisit perdagangan migas sudah mencapai US$ 5,4 miliar. 

"Dengan kebijakan ini kami punya dasar kuat untuk mengakhiri defisit," kata Darmin. (Baca : Biodiesel jadi Senjata Pemerintah Tekan Impor Migas)

Darmin mengatakan, selain kendaraan darat, mesin diesel dengan biodiesel dapat digunakan untuk pembangkit listrik, kapal laut, hingga alat pertambangan. Dia juga berharap setelah ada pengumuman kebijakan ini, harga kelapa sawit akan kembali, sehingga penghasilan petani semakin baik.

Darmin juga menambahkan kebijakan perluasan biodiesel ini akan menghemat US$ 5,5 miliar per tahun. Sedangkan penghematan per hari kerja mencapai US$ 21 juta per hari. Langkah ini juga disebutnya sebagai awal kewajiban biodiesel 100 persen ke depannya.

"Dengan itu kita ciptakan pasar sendiri dan mengurangi ketergantungan kepada Eropa yang menekan kita," ujar Darmin. (Baca: Jokowi Incar Penghematan Devisa Rp 300 Miliar Per Hari dari Biodiesel)

 

Video Pilihan

Artikel Terkait