11 Manfaat Daun Katuk untuk Kesehatan dan Resep Mudah Mengolahnya

Daun katuk merupakan sayuran yang terkenal bisa melancarkan ASI. Namun ternyata kandungan nutrisi sayur ini cukup lengkap, sehingga manfaatnya juga sangat beragam.
Image title
27 Oktober 2021, 16:12
Daun katuk yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan
pixabay.com
Daun katuk yang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan

Di Indonesia daun katuk sudah sangat terkenal terutama di kalangan ibu menyusui. Sayuran ini dipercaya bisa membantu melancarkan air susu ibu (ASI). Namun selain baik untuk melancarkan ASI, sayur katuk juga memiliki ragam manfaat lainnya. Ingin tahu apa saja khasiat sayur katuk? Berikut penjelasannya.

Kandungan Daun Katuk

Katuk mengandung berbagai nutrisi yang baik untuk tubuh. Berdasarkan Data Komposisi Pangan Indonesia, kandungan gizi dalam 100 g katuk segar sebagai berikut:

  • 233 mg kalsium
  • 98 mg fosfor
  • 3,5 mg besi
  • 21 mg natrium
  • 478,8 mg kalium
  • 0,30 mg tembaga
  • 1,3 mg seng
  • 9,152 mcg beta-karoten
  • 10,020 mcg karoten total
  • 0,00 mg vitamin B1
  • 0,31 mg vitamin B2
  • 2,3 mg niasin
  • 164 mg vitamin C

Manfaat Daun Katuk untuk Kesehatan

Kandungan nutrisi yang lengkap membuat katuk memiliki banyak manfaat. Melansir dari hellosehat.com dan sehatq.com, berikut ini manfaat daun katuk untuk kesehatan.

1. Mengatasi dan mencegah peradangan

Sayur katuk mengandungan vitamin C dan karotenoid bersifat antioksidan. Kandungan tersebut membuat sayur ini dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan dan peradangan akibat radikal bebas.

Advertisement

Sebuah penelitian yang terbit di The Natural Products Journal menyebutkan bahwa zat antiradang dalam sayur ini bisa mengurangi bengkak lebih cepat dibandingkan obat papaverine.

2. Menyembuhkan luka

Kandungan vitamin C dalam daun katuk tak hanya bermanfaat sebagai antioksidan, namun juga bisa menyembuhkan luka dengan cepat. Vitamin C bisa membantu pembentukan kolagen. Saat kulit luar mengalami luka, maka vitamin C dari daun ini akan dipecah dan diangkut bersama aliran darah ke sel yang membutuhkan, termasuk kulit yang luka.

3. Mencegah infeksi bakteri

Manfaat daun katuk lainnya yaitu dapat mencegah infeksi bakteri. Ekstrak etanol dalam sayur katuk ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri penyebab pneumonia dan bakteremia.

4. Menjaga imun

Vitamin C dalam sayur katuk juga bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Saat asupan vitamin C tercukupi maka sistem kekebalan tubuh lebih kuat dalam melawan virus, bakteri, dan patogen penyebab penyakit lainnya.

5. Mencegah obesitas

Kelebihan berat badan dapat menjadi pemicu gangguan kesehatan. katuk mengandung flavonoid, serat, dan air dapat membantu perut kenyang lebih lama. Dengan demikian, secara tidak langsung daun katuk bermanfaat untuk menurunkan berat badan.

6. Menurunkan kadar gula darah

Sayur katuk juga mengandung sifat anti diabetes yang dapat menurunkan kadar gula darah. Selain bisa menurunkan gula darah secara langsung, sayuran ini juga berperan mengurangi obesitas yang menjadi salah satu pemicu diabetes menurun.

7. Melancarkan pencernaan

Kandungan serat yang tinggi dalam sayur ini juga baik untuk melancarkan pencernaan. Kandungan tersebut juga bisa menjaga bakteri baik dalam usus yang berperan sebagai prebiotik. Serat dalam katuk juga bisa membantu penyerapan air, mempercepat pergerakan feses melalui usus, dan mencegah sembelit.

8. Menjaga kesehatan tulang

Manfaat daun katuk selanjutnya yaitu menjaga kesehatan tulang. Sayur ini mengandung kalsium yang baik untuk kesehatan tulang dan meningkatkan energi dalam tubuh.

Selain kalsium, kandungan dalam katuk lainnya yang juga berperan untuk tulang yaitu fosfor. Dua kandungan mineral tersebut berperan dalam meningkatkan kekuatan tulang.

Manfaat Daun Katuk untuk Wanita Hamil

Kandungan nutrisi dalam daun katuk juga sangat bermanfaat untuk ibu hamil. Mengutip dari gooddoctor.co.id, berikut ini beberapa manfaat daun katuk untuk wanita hamil.

1. Melancarkan ASI

Sudah sempat disinggung di awal bahwa daun katuk biasa digunakan untuk melancarkan ASI. Kandungan sterol yang dimiliki sayur ini dapat memicu peroduksi ASI. Selain itu, katuk juga mengandung saponin, tanin, flavonoid, dan asam amino yang membuat ASI lebih halus sehingga mudah dicerna bayi.

2. Menyeimbangkan hormon

Saat hamil, perempuan biasanya akan mengalami ketidakseimbangan hormon. Hal tersebut sangat berpengaruh terhadap aktivitas sehari-hari mulai dari perubahaan suasana hati, lelah, hingga pusing.

Daun katuk diketahui mengandung senyawa aktif yang dapat merangsang pertumbuhan hormon progesteron, estradiol, dan glukokortiroid. Hormon-hormon tersebut dipercaya bisa menjaga kondisi tubuh agar tetap stabil selama masa kehamilan.

3. Menjaga kesehatan kulit

Wanita hamil biasanya akan memiliki stretch mark atau guratan kulit yang muncul akibat peregangan ukuran perut yang terus bertambah. Bagi sebagian orang hal tersebut menjadi masalah karena dapat menggangu penampilan.

Sayur katuk diketahui mengandung nutrisi seperti vitamin, polifenol, flavonoid, dan antioksidan yang bisa membantu menyamarkan stretch mark. Tak hanya itu, katuk juga bisa membantu menjaga agar kulit tetap kencang, halus, cerah, dan terhindar dari tanda penuaan dini.

Cara Mengolah Daun Katuk

Manfaat daun katuk bisa saja hilang jika Anda salah dalam mengolah sayuran ini. Maka dari itu sangat penting untuk memahami cara pengolahan sayur katuk yang baik dan benar.

Menurut penjelasan di hellosehat.com, untuk dapat menikmati katuk dengan aman ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

  1. Pastikan daun katuk tumbuh di tempat yang bebas kontaminan.
  2. Mencuci sayuran tersebut sampai bersih.
  3. Memasak daun katuk bersama dengan sayuran lain untuk menambah nilai gizinya.
  4. Mengkonsumsi daun katuk dalam kondisi matang. Hal ini menjadi sangat penting sebab daun katuk mentah diketahui dapat menyebabkan gangguan kesehatan seperti peradangan paru-paru.

Resep Sayur Katuk

Daun katuk ini bisa diolah menjadi makanan lezat, salah satunya sayur katuk bening. Mengutip dari resepedia.id, berikut ini cara mengolah daun katuk menjadi sayur bening yang lezat.

Bahan-bahan

  1. Daun katuk sebanyak 2 ikat.
  2. Wortel yang telah dikupas dan diiris tipis.
  3. Jagung manis yang dipotong menjadi 4 bagian atau sesuai dengan selera.
  4. Bawang merah sebanyak 4 siung yang diiris tipis.
  5. Bawang putih sebanyak 3 siung yang diiris tipis.
  6. Gula pasir secukupnya.
  7. Garam secukupnya.
  8. Air kurang lebih 600 ml atau sesuai selera.

Cara memasak

  1. Cuci bersih daun katuk dan sayuran tambahan lainnya.
  2. Rebus air dalam panci kemudian masukkan irisan bawang merah bawang putih. Rebus air sampai mendidih.
  3. Setelah air mendidih, masukkan potongan wortel dan jagung manis. Tunggu sampai kedua sayur tersebut matang sempurna.
  4. Masukkan daun katuk.
  5. Tambahkan gula dan garam sesuai selera.
  6. Masak sayur katuk sampai matang.
  7. Cicipi masakan sebelum disajikan.
  8. Setelah matang, siapkan mangkuk lalu tuang sayur katuk tersebut.
  9. Terakhir, sayur katuk sudah siap dinikmati.

Resep Tumis Katuk Telur

Selain diolah menjadi sayur bening yang segar, daun katuk juga bisa diolah menjadi tumisan bersama telur. Mengutip dari cookpad.com, berikut ini resep lengkapnya.

Bahan-bahan

  1. Daun katuk 200 g.
  2. Telur ayam 2 butir.
  3. Bawang putih sebanyak 3 siung.
  4. Garam secukupnya.
  5. Knorr ayam/ totole.
  6. Kecap asing secukupnya.
  7. Minyak secukupnya.
  8. Air secukupnya.

Cara memasak

  1. Cuci daun katuk sampai bersih lalu tiriskan.
  2. Robek-robek sayur katuk lalu taburi satu sendok makan garam dan diamkan sebentar.
  3. Remas dan peras air daun katuk lalu bilas dan remas lagi sampai airnya berkurang.
  4. Panaskan minyak lalu tumis bawang putih sampai aromanya harum.
  5. Masukkan daun katuk, tumis sampai layu.
  6. Tambahkan penyedap dan sedikit air.
  7. Buat lubang di tengah tumisan katuk lalu pecahkan dua telur.
  8. Aduk telur sampai berubah menjadi telur orak arik.
  9. Masukkan kecap asin secukupnya, lalu angkat dan sajikan.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait