Startup Indonesia Jadi Medan Perang Baru Investasi AS versus Tiongkok

Desy Setyowati
1 Desember 2020, 15:35
Peluang Startup Indonesia Raih Banjir Dana dari Konflik AS-Tiongkok
123RF.com/Dejan Bozic
Ilustrasi Startup

Ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dinilai mempercepat pemisahan ekosistem teknologi global. Konflik ini juga mendorong pengalihan investasi dari kedua negara ke startup Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Startup jumbo Tanah Air seperti Gojek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak pun kebagian aliran dana yang beralih tersebut. Gojek mendapatkan pendanaan seri F lanjutan dari Facebook, PayPal, dan Google pada awal tahun.

Advertisement

Disusul oleh unicorn Traveloka yang meraih pendanaan US$ 250 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun pada Juli lalu. Salah satu investornya yakni institusi keuangan global. Kemudian, Bukalapak mendapatkan investasi dari Microsoft pada awal November.

Lalu, Tokopedia memperoleh dana segar dari Google dan perusahaan investasi asal Singapura, Temasek pada pertengahan bulan lalu. “Indonesia merupakan populasi internet terbesar keempat di dunia, memiliki banyak perusahaan rintisan teknologi yang menarik dan pasar terbesar, "kata wakil presiden di Lightspeed Venture Partners di Singapura, Pinn Lawjindakul, dikutip dari South China Morning Post (SCMP), kemarin (30/11).

Berdasarkan survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII), jumlah pengguna internet Indonesia naik 8,9% dari 171,2 juta pada 2018 menjadi 196,7 juta per kuartal II 2020. 

Sedangkan jumlah pengguna ponsel pintar (smartphone) di Tanah Air diperkirakan mencapai 70,1% dari total populasi. Angkanya tertera pada Databoks di bawah ini:

Pinn Lawjindakul memperkirakan ada lebih banyak perusahaan global yang berinvestasi di Nusantara.  “Ini merupakan waktu yang sangat menarik bagi para pendiri dan investor di Indonesia dan Asia Tenggara,” kata dia.

Unicorn/Decacorn

Investor AS

Investor Tiongkok

Gojek

Facebook, PayPal, Google, Visa, Pegasus Tech Ventures, Sequoia Capital

Tencent, JD.Com

Tokopedia

Google

Alibaba

Traveloka

GFC, Sequoia Capital

JD.com, Hillhouse Capital

Bukalapak

Microsoft

Ant Financial

Sumber: data diolah

Aliran dana yang mengalir ke Indonesia juga bukan hanya melalui startup, tetapi juga infrastruktur teknologi. Google dan Alibaba Cloud misalnya, membangun pusat data (data center) di Tanah Air. Amazon juga berencana masuk ke Nusantara.

Berdasarkan laporan Rhodium Group dan National Committee on US China Relations, volume investasi modal ventura AS ke perusahaan rintisan Tiongkok turun dari US$ 17,4 miliar pada 2018 menjadi kurang dari US$ 4 miliar tahun lalu. Akuisisi Tiongkok atas aset korporasi AS juga turun dari US$ 60 miliar pada 2016 menjadi US$ 18 miliar di 2019.

Modal ventura dan perusahaan AS menyumbang sekitar US$ 47 miliar atau 16% dari US$ 300 miliar, total dana yang dikumpulkan oleh startup Tiongkok selama dua dekade. Sekitar 10 pemain teratas bahkan menyumbang lebih dari 50% dari semua kesepakatan.

Investor AS juga aktif di banyak bidang teknologi Tiongkok seperti smartphone dan perangkat lunak (software) sejak 2000. Dalam tiga tahun terakhir, mereka masuk ke sektor kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), maha data (big data), dan mesin pembelajar (machine learning).

Sedangkan investor Tiongkok menyumbang sekitar US$ 15 miliar atau 2% kurang dari US$ 1 triliun, total dana yang dikumpulkan oleh startup AS dalam 20 tahun terakhir. Total investasi ini turun dari US$ 2,5 miliar pada paruh pertama 2018 menjadi US$ 1,1 miliar untuk periode yang sama tahun lalu.

Kini, investor di kedua negara mengalihkan dananya ke Asia Tenggara karena ketegangan politik dan hambatan kebijakan di AS dan Tiongkok. "Ini untuk menghindari gangguan dan pemisahan (ekosistem) yang tidak produktif tanpa tujuan,” kata penulis laporan, yang dipimpin oleh analis data Rhodium Adam Lysenko, dikutip dari SCMP, Januari lalu (15/1).

Indonesia berpeluang menampung lebih banyak peralihan dana dari AS dan Tiongkok. Selain karena jumlah pengguna internet yang hampir mencapai 200 juta, nilai ekonomi digital di Nusantara cukup besar.

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...
Advertisement