Bursa Efek Indonesia (BEI) mengocok ulang konstituen saham yang berada di indeks LQ45. Salah satu yang dikeluarkan dari indeks tersebut adalah PT Mitra Pack Tbk (PTMP). Sahamnya anjlok 12%.
Sejumlah perusahaan anggota indeks LQ45 telah melaporkan kinerja keuangan 2023. Rinciannya, ada 22 emiten yang telah melaporkan kinerja. Dari jumlah itu, 10 di antaranya mencatat penurunan laba.
Bursa Efek Indonesia (BEI) membuka peluang penyesuaian kembali atau rebalancing pada indeks LQ45 dilakukan menjadi tiga bulan sekali. Indeks global MSCI menjadi salah satu acuan bursa.
Sejumlah perusahaan sekuritas memperbarui riset dan rekomendasi untuk PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk atau Mitratel setelah masuk dalam jajaran penghuni indeks LQ45.
Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan PT Mitra Pack Tbk (PTMP) menjadi anggota baru indeks LQ45. Sontak, masuknya PTMP ke jajaran indeks bergengsi itu mendapat sorotan pelaku pasar.
BEI melakukan evaluasi atas sejumlah indeks jelang akhir Januari 2024. Salah satunya adalah evaluasi mayor pada indeks LQ45. Di mana saham Mitra Pack masuk, lalu bagaimana gerak usahanya?
Empat saham tersingkir dari indeks LQ45 yakni PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG), dan PT Chandra Asri Paciific Tbk (TPIA).
Pemerintah telah memutuskan menaikkan pajak hiburan menjadi 40-75%. Aturan ini tertuang dalam dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah
Bursa Efek Indonesia atau BEI mengkaji soal potensi saham milik Prajogo Pangestu yakni PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) agar bisa masuk ke indeks LQ45.
Kenaikan indeks LQ45 dan indeks IDX30 disebabkan oleh kedua indeks tersebut bermuatan saham-saham berkapitalisasi besar atau big caps yang sedang meningkat signifikan. Bahkan mengalahkan IHSG.