Dampak judi online terhadap perekonomian negara terjadi saat hilangnya efek pengganda yang mestinya didapat dari uang masyarakat yang diinvestasikan atau dibelanjakan untuk konsumsi.
Perhimpunan Bank Nasional atau Perbanas menyebut perbankan saat ini tidak hanya fokus pada pelayanan kepada masyarakat. Simak penjelasan Ketua Bidang Hukum dan Kepatuhan Perbanas, Fransiska Oei
Penjualan rekening untuk judol marak terjadi, meningkatkan risiko pidana dan penyalahgunaan data bagi penjual, serta mendorong pembahasan regulasi yang lebih ketat.
Komdigi mengidentifikasi perkembangan judi online dan menindaklanjuti dengan memantau rekening para bandar judi online untuk memerangi praktik ini secara efektif.
Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyampaikan tak ada lagi pemblokiran rekening dormant hingga semester kedua 2025 atau akhir tahun ini.
PPATK berhasil mengurangi perputaran dana judi daring sebesar 72% hingga menjadi Rp 99,67 triliun setelah melakukan pemeriksaan terhadap rekening pasif sejak Mei 2023.
Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional atau Perbanas Heri Gunadi mengingatkan perihal ketentuan rekening tidur atau rekening dormant yang kini ramai diperbincangkan.
DEN menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional tahun ini sebesar 5,2%, dengan strategi percepatan belanja pemerintah melalui program prioritas dan relaksasi kebijakan moneter oleh Bank Indonesia.
Dewan Ekonomi Nasional atau DEN menilai penanganan judi daring atau judol sejak Mei 2025 membuat pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini bisa tumbuh 5,12% secara tahunan.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjelaskan Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) melalui Indonesia Anti Scam Center (IASC) terus mendata kerugian yang dialami masyarakat
Judi Online diperkirakan mengurangi potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia sekitar 0,3% pada 2024, dengan kehilangan pajak Rp6,4 triliun dan uang yang bocor ke luar negeri.
Perhimpunan Bank Nasional atau Perbanas menyebut industri keuangan dan perbankan di era digital dan gempuran kecerdasan Artificial Intelligence (AI) bagai pedang bermata dua.
CEO Katadata, Metta Dharmasaputra, buka dialog kebijakan tentang dampak fatal judol pada perekonomian, dukungan PPATK, dan langkah strategis bersama bank nasional.